OPERA
VAN S.T.B.I medio sept 2011.
"APAPUN YANG TERJADI, INDAH PADA
WAKTUNYA”
( Tema: SUMBER KEBAHAGIAAN - Filipi 4 : 10-20
)
Oleh: DEWI LISIANI K.S.
# Babak I
Dalang mulai membuka cerita ;
Dalang : Pada waktu itu.......Di sebuah perkampungan di Bantul,
Yogyakarta hiduplah seorang gadis yang bernama Sumini, atau akrab dipanggil Mini...
Ia dikenal orang rajin ke gereja dan pelayanan, Ia juga suka menolong fakir
miskin dan anak-anak terlantar. Walau, dia sendiri hanyalah seorang anak yatim,
ayahnya sudah meninggal dan ibu kandungnya pergi entah ke mana. Bapak dan ibu
angkatnya yang memeliharanya sekian lama, yang adalah pedagang asongan dan
pemulung, telah tewas saat bencana alam melanda desa mereka. Ia nyaris tidak
dapat meneruskan SMA-nya, namun beruntunglah ia masih mempunyai tabungan yang
cukup untuk membiayai sekolahnya tersebut.
Kemudian dalang mempersilahkan Sumini Masuk ke TKP
Sumini dengan pakaian ala gadis desa dan ember cucian
di rangkulannya
Sumini : Kenalkan....nami kula Mimi saking desa
Bantul... ( kemudian, Sumini memberi
makan anjing peliharaannya sambil berjongkok dan mengajak anjingnya berbicara... )
Sumini : Jenni...
Piye ki, mbak mini wis lulus SMA, saiki meh daftar kuliah neng U.G.M. (
Universitas Gajah Mungkur ) . Saiki mbak mini arep lunga kono, nanging
sadurunge arep dedonga. Kowe ojo nakal-nakal yo, sing anteng...
”Ya Bapa yang Maha
Baik...Terima kasih atas pemeliharaan-Mu selama ini. Ampuni segala dosa
kesalahan Sumini. Saat ini anak-Mu ini hendak berangkat untuk daftar sekaligus
test masuk di U.G.M. Mohon lindungi dan berkati, supaya Sumini dapat diterima
kuliah di U.G.M. Doa saya ini saya haturkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus saja.
Amin.”
Para sinden menyanyikan “Hatiku Percaya”...
HATIKU
PERCAYA
SAAT KU TAK MELIHAT JALAN-MU
SAAT KU TAK MENGERTI RENCANA-MU
NAMUN TETAP KU PEGANG JANJI-MU
PENGHARAPANKU HANYA PADA-MU
SAAT KU TAK MELIHAT JALAN-MU
SAAT KU TAK MENGERTI RENCANA-MU
NAMUN TETAP KU PEGANG JANJI-MU
PENGHARAPANKU HANYA PADA-MU
HATIKU PERCAYA
HATIKU PERCAYA
HATIKU PERCAYA
S'LALU KU PERCAYA
HATIKU PERCAYA
HATIKU PERCAYA
S'LALU KU PERCAYA
LORD I WILL TRUST IN YOU
LORD I WILL TRUST IN YOU
LORD I WILL TRUST IN YOU
MY HEART WILL TRUST IN YOU
LORD I WILL TRUST IN YOU
LORD I WILL TRUST IN YOU
MY HEART WILL TRUST IN YOU
Kemudian dalang ngetuk2 dan menceritakan kisah
selanjutnya.....
Dalang : Sumini sudah mendaftar, kemudian langsung
ikut test masuk di universitas pilihannya tersebut dengan memilih fakultas kedokteran. Beberapa hari kemudian
setelah test, dia melihat papan pengumuman, dan ternyata namanya ada tercantum
di sana, tanda diterima. Dia sangat senang, tapi juga sedih. Sedih karena dia
tidak bisa membayar uang gedung, walau hanya sebesar tiga juta rupiah saja.
Sebenarnya, jika dibandingkan dengan biaya uang gedung kuliah teman-temannya
sesama fakultas kedokteran, jelas biaya kuliah Sumini ini tergolong paling
minim. Hal ini dikarenakan hasil terbaik test masuk Sumini. Untuk
mengatasi masalah ini, ia mencoba menemui Kepala Bagian Administrasi U.G.M....
Sumini : Selamat pagi, Bu.
Ibu kepala pengurus administrasi
universitas kedokteran pun, yang saat itu sedang sibuk dan meunggungi Sumini, segera berbalik dan
kini berhadapan dengan Mini:
Ibu Siska : Selamat
pagi. Lho, kamu...Mini kan?... Kamu mendaftar kuliah di sini ya?
Sumini : I-bu Siska? Ya ampun, tidak disangka kita bisa
bertemu di sini ya, Bu. Saya sudah diterima di fakultas kedokteran kok, Bu.
Ibu Siska : Kamu diterima di fakultas kedokteran? Wah, hebat...selamat
ya! Beruntung sekali kamu bisa diterima kuliah di sini. Sekali lagi, Selamat
bergabung sebagai mahasiswa baru Universitas Gajah Mungkur ini!
Sumini : Terima kasih Bu Siska. Saya memang merasa senang
dan bersyukur sekali, bahkan bangga dapat diterima di sini, tapi....
Ibu Siska : Tapi apa, Mini?...
Sumini :
Mmm, gimana ya, Bu... Susah ngomongnya...
Ibu Siska : Mini, kamu ngomong saja sama ibu... Ibu
merasa bersyukur dapat bertemu dengan kamu lagi. Kamu seorang anak yang sangat
baik. Jika waktu kecelakaan itu kamu tidak menolong dan segera membawa ibu ke rumah sakit, pasti
ibu sudah meninggal...
Sumini
: Sudahlah,
Bu. Itu cuma kebetulan kok saya lewat di
situ...
Ibu Siska : Tidak
nak, kamu memang anak baik yang suka menolong. Saat itu banyak orang yang
mengelilingi dan melihat ibu saat terkapar karena ditabrak lari oleh seorang
pengendara mobil. Namun, hanya kamulah yang segera menolong dan menyelamatkan
ibu. Pada zaman sekarang ini, sudah sangat jarang orang yang mau peduli dan berhati
baik seperti kamu menolong korban kecelakaan... Ayo Mini, segera katakan pada
ibu. Mm, ibu tahu sekarang... mungkin kamu kesulitan dalam membayar uang kuliahmu.
Ya kan?...
Sumini : Ah, saya jadi ga enak sama Ibu Siska... Memang
betul, Bu. Saya sedang bingung, tidak tahu harus cari kemana uang untuk biaya
kuliah saya di U.G.M. ini...
Ibu Siska merangkul Mini dengan tangan
kanannya.
Ibu Siska : Jangan
kuatir, Mini. Ibu akan berusaha menolongmu, dengan mencarikan beasiswa untuk
kuliahmu di sini. Ibu akan mengurus segala sesuatunya. Ok.
Sumini : Be...benarkah,
Bu? Puji Tuhan! Ibu Siska baik sekali mau menolong saya. Caranya
bagaimana ya, Bu?
Ibu Siska : Sudahlah,tenang saja. Kamu ga perlu
pusing-pusing, semuanya akan ibu urus. Semua Ini tidak ada artinya dibanding dengan
segala pertolonganmu pada ibu.
Sumini : Ah, ibu hanya membesar-besarkannya saja...
Tahukah Ibu, sebenarnya yang menyelamatkan Ibu Siska, adalah Tuhan Yesus! Saya
cuma sebagai alat-Nya saja, Bu. Lagipula, dengan menolong orang lain, ada rasa
damai sukacita tersendiri dalam batin saya. Ya, kalau boleh dibilang hal itu merupakan ‘sumber kebahagiaan’ yang luar biasa
bagi saya, yaitu di tengah keterbatasan saya bisa menolong orang lain.
Ibu Siska tersenyum dan kembali merangkul Sumini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar