Selasa, 01 Januari 2013

"APAPUN YANG TERJADI, INDAH PADA WAKTUNYA” (Babak 1)


OPERA  VAN  S.T.B.I  medio sept 2011.
"APAPUN YANG TERJADI, INDAH PADA WAKTUNYA”
( Tema: SUMBER KEBAHAGIAAN - Filipi 4 : 10-20 )
Oleh: DEWI LISIANI K.S.

# Babak I
Dalang mulai membuka cerita ;
Dalang       :    Pada waktu itu.......Di sebuah perkampungan di Bantul, Yogyakarta hiduplah seorang gadis yang bernama Sumini, atau akrab dipanggil Mini... Ia dikenal orang rajin ke gereja dan pelayanan, Ia juga suka menolong fakir miskin dan anak-anak terlantar. Walau, dia sendiri hanyalah seorang anak yatim, ayahnya sudah meninggal dan ibu kandungnya pergi entah ke mana. Bapak dan ibu angkatnya yang memeliharanya sekian lama, yang adalah pedagang asongan dan pemulung, telah tewas saat bencana alam melanda desa mereka. Ia nyaris tidak dapat meneruskan SMA-nya, namun beruntunglah ia masih mempunyai tabungan yang cukup untuk membiayai sekolahnya tersebut.

Kemudian dalang mempersilahkan Sumini Masuk ke TKP

Sumini dengan pakaian ala gadis desa dan ember cucian di rangkulannya
Sumini        :    Kenalkan....nami kula Mimi saking desa Bantul...  ( kemudian, Sumini memberi makan anjing peliharaannya sambil berjongkok dan  mengajak anjingnya berbicara... )
Sumini        :    Jenni... Piye ki, mbak mini wis lulus SMA, saiki meh daftar kuliah neng U.G.M. ( Universitas Gajah Mungkur ) . Saiki mbak mini arep lunga kono, nanging sadurunge arep dedonga. Kowe ojo nakal-nakal yo,  sing anteng...
                        ”Ya Bapa yang Maha Baik...Terima kasih atas pemeliharaan-Mu selama ini. Ampuni segala dosa kesalahan Sumini. Saat ini anak-Mu ini hendak berangkat untuk daftar sekaligus test masuk di U.G.M. Mohon lindungi dan berkati, supaya Sumini dapat diterima kuliah di U.G.M. Doa saya ini saya haturkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus saja. Amin.”









Para sinden menyanyikan “Hatiku Percaya”...
HATIKU PERCAYA

SAAT KU TAK MELIHAT JALAN-MU
SAAT KU TAK MENGERTI RENCANA-MU
NAMUN TETAP KU PEGANG JANJI-MU
PENGHARAPANKU HANYA PADA-MU
HATIKU PERCAYA
HATIKU PERCAYA
HATIKU PERCAYA
S'LALU KU PERCAYA
LORD I WILL TRUST IN YOU
LORD I WILL TRUST IN YOU
LORD I WILL TRUST IN YOU
MY HEART WILL TRUST IN YOU
Kemudian dalang ngetuk2 dan menceritakan kisah selanjutnya.....
Dalang        :    Sumini sudah mendaftar, kemudian langsung ikut test masuk di universitas pilihannya tersebut dengan memilih  fakultas kedokteran. Beberapa hari kemudian setelah test, dia melihat papan pengumuman, dan ternyata namanya ada tercantum di sana, tanda diterima. Dia sangat senang, tapi juga sedih. Sedih karena dia tidak bisa membayar uang gedung, walau hanya sebesar tiga juta rupiah saja. Sebenarnya, jika dibandingkan dengan biaya uang gedung kuliah teman-temannya sesama fakultas kedokteran, jelas biaya kuliah Sumini ini tergolong paling minim. Hal ini dikarenakan hasil terbaik test masuk Sumini.   Untuk mengatasi masalah ini, ia mencoba menemui  Kepala Bagian Administrasi U.G.M....

Sumini        :   Selamat pagi, Bu.

Ibu kepala pengurus administrasi universitas kedokteran pun, yang saat itu sedang sibuk  dan meunggungi Sumini, segera berbalik dan kini berhadapan dengan Mini:

Ibu Siska    :    Selamat pagi. Lho, kamu...Mini kan?... Kamu mendaftar kuliah di sini ya?
Sumini        :    I-bu Siska? Ya ampun, tidak disangka kita bisa bertemu di sini ya, Bu. Saya sudah diterima di fakultas kedokteran kok, Bu.
Ibu Siska     :   Kamu diterima di fakultas kedokteran? Wah, hebat...selamat ya! Beruntung sekali kamu bisa diterima kuliah di sini. Sekali lagi, Selamat bergabung sebagai mahasiswa baru  Universitas Gajah Mungkur ini!
Sumini        :    Terima kasih Bu Siska. Saya memang merasa senang dan bersyukur sekali, bahkan bangga dapat diterima di sini, tapi....
Ibu Siska     :   Tapi apa, Mini?...
Sumini         :   Mmm, gimana ya, Bu... Susah ngomongnya...
Ibu Siska     :   Mini, kamu ngomong saja sama ibu... Ibu merasa bersyukur dapat bertemu dengan kamu lagi. Kamu seorang anak yang sangat baik. Jika waktu kecelakaan itu kamu tidak menolong  dan segera membawa ibu ke rumah sakit, pasti ibu sudah meninggal...
Sumini         :    Sudahlah, Bu. Itu cuma kebetulan  kok saya lewat di situ...
Ibu Siska     :   Tidak nak, kamu memang anak baik yang suka menolong. Saat itu banyak orang yang mengelilingi dan melihat ibu saat terkapar karena ditabrak lari oleh seorang pengendara mobil. Namun, hanya kamulah yang segera menolong dan menyelamatkan ibu. Pada zaman sekarang ini, sudah sangat jarang orang yang mau peduli dan berhati baik seperti kamu menolong korban kecelakaan... Ayo Mini, segera katakan pada ibu. Mm, ibu tahu sekarang... mungkin kamu kesulitan dalam membayar uang kuliahmu. Ya kan?...
Sumini        :     Ah, saya jadi ga enak sama Ibu Siska... Memang betul, Bu. Saya sedang bingung, tidak tahu harus cari kemana uang untuk biaya kuliah saya di U.G.M. ini...
Ibu Siska merangkul Mini dengan tangan kanannya.
Ibu Siska     :   Jangan kuatir, Mini. Ibu akan berusaha menolongmu, dengan mencarikan beasiswa untuk kuliahmu di sini. Ibu akan mengurus segala sesuatunya. Ok.
Sumini         :   Be...benarkah,  Bu? Puji Tuhan! Ibu Siska baik sekali mau menolong saya. Caranya bagaimana ya, Bu?
Ibu Siska     :   Sudahlah,tenang saja. Kamu ga perlu pusing-pusing, semuanya akan ibu urus. Semua Ini tidak ada artinya dibanding dengan segala pertolonganmu pada ibu.
Sumini         :   Ah, ibu hanya membesar-besarkannya saja... Tahukah Ibu, sebenarnya yang menyelamatkan Ibu Siska, adalah Tuhan Yesus! Saya cuma sebagai alat-Nya saja, Bu. Lagipula, dengan menolong orang lain, ada rasa damai sukacita tersendiri dalam batin saya. Ya, kalau boleh dibilang hal itu  merupakan ‘sumber kebahagiaan’ yang luar biasa bagi saya, yaitu di tengah keterbatasan saya bisa menolong orang lain.
Ibu Siska tersenyum dan kembali merangkul Sumini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar