#Babak 3
Dalang : Setelah kurang lebih satu minggu dirawat
di rumah sakit, kesehatan Bu Sukarni pun
pulih, dan tibalah saat kepulangan Ibu Sukarni ke rumah. Marilah kita langsung ke TKP...
Sumini : Bagaimana Bu Sukarni, sudah siap untuk
pulang kembali ke rumah? Jangan lupa pesan-pesan saya. Minum obat dan istirahat
secara teratur. O ya, jangan lupa seminggu lagi kontrol, ya Bu.
Bu Sukarni : Terima
kasih banyak ya Dok. Kalau tidak ditolong Dr. Sumini tak terbayangkan bagaimana
keadaan saya saat itu. Tuhan yang membalas segala kebaikan Dokter.
Sumini : Sama-sama, Bu. O ya, tidak ada anggota yang
menjemput Ibu ya? Nanti biar Suster Nana dan Suster Vita yang akan antar
keluar,
Sust Nana : Mari
Bu Sukarni, saya bawakan barang-barangnya. Kami akan antar Ibu sekalian cari
taxi.
Sust Vita
: Ini
sisa obat-obatan Ibu selama dirawat di sini. Resep dokter sudah saya masukkan
ke apotik rumah sakit, bisa diambil nanti obatnya.
Sumini : Hati-hati ya Bu Sukarni.
Bu Sukarni : Sekali lagi terima kasih ya Dokter. Saya
tidak akan melupakan kebaikan Dr. Sumini selamanya. Tuhan juga memberkati Dr.
Sumini.
Dalang : Sepeninggal Bu Sukarni, entah mengapa Sumini
merasa kehilangan sekali. Ia menatap kepergian Ibu Sukarni sampai bayangan Ibu
tersebut menghilang...
Pada saat bersamaan,
datanglah Pak Kodri, Mas Budi dan Mas Imanuel, yang saat itu hendak chek up. Saat
jalan berpapasan, Bu Sukarni ternyata terlebih dahulu mengenali mereka.
Bu Sukarni : Cak... Panjenengan, Cak Kodri?!
Pak Kodri
: Leres Bu. Ngapunten, panjenengan sinten
njeh?
Bu Sukarni :
Boten kemutan kulo to, Cak?
Pak Kodri : Panjenengan
sinten to? Mmm, kadose.... Pangapunten, napa leres panjenengan... Yu Karni??...
Bu Sukarni : Leres, Cak. Sampun lami boten kepanggih njeh.
Kados pundi pawartos panjenengan? Niki lare-lare panjenengan?
Pak Kodri : Leres, Mbakyu. Sing ageng niki Mas Budi, lan
sing alit niki Mas Imanuel... ( memperkenalkan anak-anaknya pada Bu Sukarni) Bocah-bocah, ini Bude Sukarni, saudara sepupu
ibu kalian. ( mereka pun saling bersalaman )
Bu Sukarni : Wah,
sampun jaka sedaya njeh, Cak. Kapan mantu?
Pak Kodri : Masih
belum mau kok, Yu...
Budi : Mau cari yang kayak Nikita Willy kok, Bude...Hehehe....
Imanuel : Kami ga mau terburu-buru, Bude. Kami sudah
punya target minimal seperti Agnes Monica. Hehehe....
Bu Sukarni :
Ya wis, yang penting jangan kelamaan...
kuatir jadi bujang lapuk. Lah, malah rak payu to...hehehe....
Budi : Masih mau ngumpulin uang yang banyak dulu
kok, Bude...hehehe...
Imanuel : Mau nyusun pondasi yang kuat dulu, Bude.
Jangan kuatir, wajah-wajah ganteng seperti kami ini ga bakal ada yang nolak.
Kalau nolak iya...hehehe... ( Bu Karni, Pak Kodri dan Budi pun ikut tertawa
)
Budi : Bude Karni, ada keperluan apa ke rumah
sakit? Apakah mau menengok seseorang?
Imanuel
: Iya,
kok sendirian, Bu, ga ada yang menemani?
Bu Sukarni : Bukan
menengok seseorang, tapi bude sendiri habis dirawat di rumah sakit ini karena
kecelakaan, korban tabrak lari...
Pak Kodri : Ya
ampun. Sekarang sudah tidak apa-apa kan, Yu?
Bu Sukarni : Sudah sembuh kok, dan ini mau pulang.
Budi : Mau
kami antar, Bude?
Imanuel
: Ga
usah bayar, Bude. G R A T I S.
Bu Sukarni : Terima
kasih, bocah-bocah ganteng. Tidak usah repot, bude bisa pulang sendiri kok. Cak
Kodri, kalau lihat anak-anakmu ini, aku jadi teringat sama anakku. Anakku entah ada di mana sekarang... Waktu
itu, hatiku benar-benar lagi hancur dan kecewa, karena suamiku, Mas Bejo,
tiba-tiba meninggal karena sakit jantung. Aku langsung stres berat, dan anakku
sendiri yang lagi kugendong saat itu, tanpa sadar aku taruh ke keranjang
sampah! Saat itu aku benar-benar kehilangan kesadaran, kehilangan pegangan,
sekaligus tempat bersandarku! Bahkan, aku lupa ingatan dan sempat dirawat
selama beberapa tahun di rumah sakit jiwa. Setelah sembuh, aku mencari-cari
anakku tapi selalu sia-sia. Akhirnya, aku menyerah.
Pak Kodri : Sampun
Yu, tidak usah diingat-ingat lagi. Sekarang Yu Karni tinggal di mana?
Bu Sukarni : Sejak dulu sampai sekarang, aku masih
tinggal di tempat yang sama, yaitu di rumah sakit jiwa. Tapi, kondisi saya yang
berubah, sekarang saya bekerja sebagai tukang masak sekaligus tukang cuci di
rumah sakit jiwa tersebut. Kalau ingat-ingat semua itu, aku sangat sedih, Cak. Aku
tega dan sudah berdosa kepada anak kandungku sendiri. Aku benar-benar seorang ibu kandung yang kejam, Cak... ( Ibu Sukarni
menangis )....
Pak Kodri : Sudah,
sudahlah Yu..., tidak usah disesali. Anakmu sudah ditemukan..!
Bu Sukarni : Be...benarkah, Cak? Anakku sudah ditemukan?!...
Di mana sekarang anakku? Di mana? Aku ingin sekali bertemu anakku, Cak!
Pak Kodri :
Tenang dulu, Yu...
Yu Genuk dan Mas
Subur sudah menemukan anakmu itu, malah sekaligus memeliharanya. Tapi sayang
sekali, Yu Genuk dan Mas Subur tidak berumur panjang, karena terkena bencana
Tsunami.
Bu Sukarni : Aku
ikut sedih, karena aku sangat berhutang budi pada mereka berdua. (kembali Bu Sukarni menangis... )
Pak Kodri :
Itu sudah Kehendak Tuhan, Yu. Yang penting, sekarang kamu dapat bertemu
dengan anakmu. Ga usah kuatir, anakmu itu baik-baik saja kok, dan....
Bu Sukarni : Dan...apa, Cak?...
Pak Kodri : Dan
anakmu itu sekarang ada di rumah sakit ini. Dia seorang dokter merangkap kepala
rumah sakit ini...
Bu Sukarni : Aaa..pa?! Apa iya, Cak?! Benarkah, anakku seorang
dokter?! Sekaligus kepala rumah sakit
ini?!.... Apakah... Dr. Sumini itu anakku? Benarkah, ia anakku yang sudah
kubuang itu? Benarkah?!....
Pak Kodri
: Benar,
Yu. Dr. Sumini itu anakmu. Temuilah dia sekarang...!
Bu Sukarni :
Menemuinya
sekarang?... Dan mengaku bahwa aku adalah ibu kandungnya yang telah membuangnya?!...
O, tidak, aku malu, Cak! Dia itu seorang dokter yang sangat baik, sederhana dan
pintar! Dia bukan hanya telah menolong, merawatku, tetapi ia juga telah
menyumbangkan darahnya untukku. Ia telah menyelamatkan nyawaku! Ya, ampun
Tuhan, apa yang harus kulakukan?!....
Budi : Bude harus segera menemui Mbak Sumini, supaya
masalah ini cepat selesai.
Bu Sukarni : Pantaskah
aku menemuinya?... Apakah anakku mau menerimaku sebagai ibu kandungnya?... Jangan-jangan,
ia malah menolakku! Ini kesalahanku, kesalahan yang tak termaafkan oleh
siapapun, apalagi oleh anak kandungku sendiri!
( Bu Sumini menangis...) Aku sungguh menyesal. Aku minta ampun pada-Mu,
Tuhan!...
Imanuel :
Mari kami antar, Bude. Kami yakin, pasti Mbak Sumini kuat dan dapat
dengan bijak menghadapi semuanya ini. Tuhan Yesus senantiasa memberkati
pertobatan setiap anaknya, mengampuni dan sekaligus memulihkan hidupnya menjadi
baru, yang lama telah hilang..! Percayalah, Bude!!...
Dalang : Saat yang bersamaan... Tampak Dr. Sumini masih berada di tempat prakteknya
dan bersiap hendak beristirahat makan siang dengan pacarnya, yang kebetulan
seprofesi dengannya, yaitu Dr. Richard. Mereka kelihatan sangat serasi,
sama-sama pintar, cakap, dan yang terpenting: seiman dalam Yesus Kristus!
Pertemuan mereka pertama kali terjadi saat sama-sama masuk kuliah fakultas
kedokteran UGM. Mereka telah berpacaran selama sembilan tahun, dan tak lama lagi,
sekitar dua bulan lagi, mereka akan melabuhkan cinta mereka dalam sebuah
bahtera rumah tangga. Sebuah rumah kecil
yang mungil dan indah di pinggiran kota,
serta sebuah kendaraan, adalah dua harta berharga yang sudah mereka
miliki bersama dengan hasil kerja keras mereka berdua...
Ketika itu, mereka hendak
keluar makan, tiba-tiba datanglah Bu Sukarni. Menyusul di belakangnya, Pak
Kodri dan kedua putranya, Budi dan Imanuel.
Sumini : Lho, Bu Sukarni kok belum pulang? Ada yang
ketinggalan, Bu? Bisa saya bantu?
Bu Sukarni tidak segera menjawab,
melainkan segera merangkul erat Sumini dan menangis...
Bu Sukarni : Maafkanlah
ibu, nak! Ibu telah berdosa, ibu benar-benar telah khilaf...huhuhu...
Sumini : Ada apa ini, Bu Sukarni kok tiba-tiba menangis
dan minta maaf segala kepada saya. Ibu tidak salah apa-apa kok... Jadi Ibu
tidak perlu meminta maaf kepada saya....
Bu Sukarni :
Indah?
Kamu Indah Sumini kan?? Kamu, anak ibu, nak! Maafkan ibu, ibu telah khilaf dengan meninggalkanmu di
tong sampah. Waktu itu Ibu benar-benar
stres, bingung, sebab saat itu ayahmu tiba-tiba meninggal karena sakit jantung....
Sumini : Ibu?!... Benarkah, Ibu Sukarni ini ibu kandung
saya??! Mana mungkin, Bu??...(ISumini memandang heran pada ibu dan Pak Kodri
bergantian, seakan meminta jawaban atas kejadian tak terduga ini... )
Pak Kodri : Benar,
Nak Sumini. Puji PTuhan! Kita bertemu di sini, dan ini bukan suatu kebetulan,
pasti ada rencana Tuhan yang indah untuk kita semua, terutama... untuk Yu Karni
dan Nak Sumini!
Sumini masih bengong, tak
percaya sambil menatap Bu Sukarni, yang mengaku sebagai ibu kandungnya itu...
Bu Sukarni : Anakku,
mungkin kamu tak percaya kalau aku adalah ibu kandungmu. Ibu memakluminya, nak.
Ketika berpisah dengan ibu, kamu masih sangat kecil, berumur sekitar dua tahun.
Ibu harap kamu mau memaafkan ibu, nak... Jika tidak pun, ibu pun bisa memahami
perasaanmu, ibu ikhlas menerima semua ini....
Dalang : Mendengar semuanya itu, Sumini serasa tak
tahan lagi untuk kembali memeluk ibu kandungnya, dan tak lama kemudian pecahlah
tangis keduanya... ibu dan anak kandungnya, Bu Sukarni dan Sumini....diikuti
rasa keharuan orang-orang terkasih yang ada di dekatnya...
Sumini : Lupakan semuanya itu, Bu. Mini memaafkan Ibu. Puji
Tuhan! Sumini senang sekali bisa bertemu dengan ibu. Sumini sudah berdoa
bertahun-tahun, dan akhirnya kini Tuhan Yesus telah mempertemukan kita lagi di saat yang tepat...
Dalang
: Indah Sumini sebagai dokter
telah bertemu dengan ibu kandungnya, ibu Sukarni yang sebelumnya adalah pasiennya... Sungguh luar biasa dan ajaib
perkerjaan Tuhan dalam kehidupan umat-Nya! Oh ya Bu, perkenalkanlah ini calon suami saya,
Bu...(Sumini segera menggandeng tangan Richard untuk diperkenalkan pada ibunya
)
Bu Sukarni : Calon suami? Ganteng tenan, yo nduk pinter
milih kowe... Kapan kalian akan menikah?
Sumini : Siapa
dulu yang milih, Sumini.... Hehehe....Kami sudah berpacaran selama sembilan
tahun... dan dua bulan lagi kami akan menikah, Bu...
Richard : Perkenalkan nama saya, Richard, Bu. Kami sungguh
bersyukur dan senang sekali bisa berjumpa dengan Ibu. Ini adalah saat yang
paling tepat, di mana saat kami hendak menikah, Ibu Karni telah datang. Hal ini
tentu saja akan semakin menyempurnakan kebahagiaan hidup kami. Kami mohon doa
restu dari Ibu...
Ibu Sukarni : Puji
Tuhan! Tuhan memberkati kalian berdua!
Semua
: Amin.
Dalang : Betapa sukacita Tuhan begitu terpancar dari
semua mata sekaligus hati mereka. Ya, mereka semua sangat bahagia dan bergembira
saat itu. Bu Sukarni dan Sumini pun kembali saling melepas rasa rindu mereka
dengan berkali-kali saling berpelukan dan mengalirkan air mata berhiaskan
mutiara sukacita, bahagia...
Dalang :
Tuhan
Yesus selalu memikirkan segala yang
terbaik bagi anak-anak-Nya yang senantiasa percaya kepada-Nya. DIA selalu menjagai, memelihara dan menyertai kita
semua, baik dalam suka maupun duka. “...Kukatakan
ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah
belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan... Segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku...
Allahku akan memenuhi segala
keperluarmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus...” DIA-lah SUMBER KEBAHAGIAAN! Dan, Rencana Tuhan selalu indah pada waktunya!
Puji Tuhan! Amin. J
SEMUA :
BUAH SEMANGKA MANIS RASANYA...
OPOR AYAM ADA DI
DEPAN MATA...
SEKIAN LAMA KITA TAK
JUMPA...
OPERA VAN S.T.B.I.
2011 TAK KAN TERLUPA!!!...
Para sinden dan semua pendukung acara menyanyikan
lagu ‘Indah Pada Waktunya”...
Indah Pada Waktunya
Ada
waktu tuk berduka
Ada waktu tuk bersuka
Ada waktu tuk berdiam
Ada waktu tuk berkata
Ada waktu tuk bersuka
Ada waktu tuk berdiam
Ada waktu tuk berkata
Namun
di atas sgalanya
Ku tau Allahku bekerja
Mendatangkan kebaikan
Bagi yang mengasihiNya
Ku tau Allahku bekerja
Mendatangkan kebaikan
Bagi yang mengasihiNya
Disaat
yang ku alami
Tak seperti yang kuingini
Disaat tiada jawaban
Mengapa harus terjadi
Namun di atas sgalanya
Ku tau Allahku bekerja
Mendatangkan kebaikan
Bagi yang mengasihiNya
Tak seperti yang kuingini
Disaat tiada jawaban
Mengapa harus terjadi
Namun di atas sgalanya
Ku tau Allahku bekerja
Mendatangkan kebaikan
Bagi yang mengasihiNya
Mungkin
tak kupahami
Apa yang kini aku alami
Namun ku tau pasti
Kasih Allahku takkan berhenti
Apa yang kini aku alami
Namun ku tau pasti
Kasih Allahku takkan berhenti
Kan
ku srahkan semua
Pergumulanku padaMu Yesus
Karna kutau pasti
Semuanya kan jadi
Indah pada waktuNya
Pergumulanku padaMu Yesus
Karna kutau pasti
Semuanya kan jadi
Indah pada waktuNya
KEEP DOING BEST! JESUS LOVES & BLESS
US! AMIEN.
******Selesai*******
Para pendukung acara ini sbb. :
2 orang dalang ( bergantian )
4 orang sinden
Sumini
Bu Sukarni
Richard
Pak Kodri
Budi
Imanuel
Pdt.
Santoso
Dr. Janri
Victor
Jesica
Yanto
Suster
Ani
Suster
Riana
Suster
Nana
Suster
Vita
Andi