Selasa, 01 Januari 2013

APAPUN YANG TERJADI, INDAH PADA WAKTUNYA (Babak 2)


#Babak 2

Dalang        :    Semua hal nampak kurang baik bagi Sumini pada awalnya. Akan tetapi, tidak disangka Yesus telah mengatur segalanya tanpa bisa diduga. Dengan pertolongan Tuhan, Sumini menjadi dokter dengan predikat lulusan terbaik dan ia pun ditempatkan di poli umum di sebuah rumah sakit di Jakarta. Berikut ini, salah satu   kesibukannya sebagai seorang dokter... Siang itu, dengan tergopoh-gopoh, masuklah seorang suster masuk ke ruang praktek Dr. Sumini...

Suster Ani   :   Dokter Sumini, ada seorang pasien wanita, namanya Bu Sukarni, korban kecelakaan tabrak  lari, saat ini dalam keadaan kritis dan membutuhkan transfusi darah B-. Pihak keluarganya tidak ada.  Celakanya, stok darah B- di PMI kosong, Bagaimana ini Dokter? Kita harus cari donor darah ke mana lagi, sedangkan waktunya begitu mendesak??...

Sumini        :    Darah yang dibutuhkan B- kan? Kebetulan golongan darah saya sama dengan pasien , segera persiapkan segala sesuatunya, karena kita sudah tidak punya banyak waktu lagi!... ( Suster Ani terkejut mendengar semua itu. Dr. Sumini mau menyumbangkan darahnya ke pasien yang  sama sekali tidak dikenalnya? ) ... Ayo, tunggu apa lagi?! Kok malah bengong... Cepat lakukan apa yang saya perintahkan, karena kita tidak punya banyak waktu!...
Suster Ani   :    Ba..Baik, Dokter! Saya akan segera mempersiapkan segala sesuatunya.

Dalang        :   Segera proses transfusi darah secara langsung pun dilakukan. Saat proses transfusi darah berlangsung, entah mengapa  ketika Sumini melihat wajah Bu Sukarni, yang sedang menerima transfusi darah darinya itu, hatinya merasakan kenyamanan dan kedamaian sukacita yang berbeda. Ada apa ya? Tidak biasanya begini. Apakah karena ia telah menolong Ibu Sumini dengan mentransfusikan darahnya? Atau, apa ya...? Sulit untuk mengungkapkannya...

Dalang      :   Setelah proses transfusi darah, Sumini pun masih sempat mengontrol kesehatan Ibu Sukarni, yang masih belum sadarkan diri. Dia memandang kembali wajah Ibu Sukarni. Sepertinya usia ibu Sukarni  sama dengan ibu kandungnya, yang pergi entah kemana. Selama ini dia terus merindukannya dan berdoa pada Tuhan Yesus untuk dapat dipertemukan dengan ibu kandungnya. Sampai pada akhirnya, Sumini sudah berserah pada Tuhan. Sumini hanya mendoakan agar ibunya bahagia...

Dalang         :   Sumini duduk di sebelah pembaringan ibu Sukarni, ia pun merasa kasihan kepada orang tua tersebut. Dipandanginya lagi wajah Ibu Sukarni. Dalam keadaan sakit seperti ini kok tidak ada satu pun keluarga yang peduli, apalagi menemaninya. Tanpa disadari, Sumini pun  teringat kembali pada ibu kandungnya...

Sumini        :    Andai,  ibu kandungku masih hidup, pasti seumur dengan ibu Sukarni. Usiaku kini sudah 28 tahun. Namun, tidak pernah sekalipun aku bertemu dengan ibu kandungku. Di manakah ibu kandungku? Apakah masih hidup...ataukah sudah meninggal??... Ya Tuhan, berapa lama lagikah hambaMu ini harus menunggu?... Berbagai kesibukan telah menyita waktu, namun tak jua terlupakan... Maafkan aku, ya Tuhan... Hati ini sudah begitu rindu... kangen sekali ingin bertemu dengan ibu  kandungku... ( Sepasang mata indah Sumini mulai berkaca-kaca...)

Para sinden  menyanyikan lagu “Apapun yang terjadi”...

Apapun yang Terjadi

Apapun yang terjadi di dalam hidupku,
ku selalu berkata Tuhan Yesus baik.
Dalam segala hal yang terjadi,
tetap ku berkata Tuhan Yesus baik.
Ku sembah Kau, Ku sembah Kau....
Tak dapat ku membalas KasihMu.
Ku sembah Kau, Ku sembah Kau, Bapa.
Ku rindu selalu menyenangkan-Mu.

Saat dalam kegalauan itulah, kemudian masuklah suster Riana menemui Dr. Sumini untuk mengingatkan bahwa Seminar Kesehatan akan segera dimulai.
Sust  Riana  :   Dokter Sumini, Seminar Kesehatan akan segera dimulai, dan para peserta sudah memenuhi ruang aula.  
Sumini         :   Apakah bahan seminar saya sudah ditaruh di sana?
Sust Riana  :   Sudah, Dok.
Sumini         :   Ok, terima kasih Sus Riana. Sebentar lagi saya akan segera ke sana.        Tolong ganti botol infus Ibu Sukarni ini ya, karena sudah mau habis.
Sust Riana   :   Baik, Dokter.
Sumini          :  Terima kasih.

Dalam perjalanan menuju ke ruang aula, tempat seminar akan berlangsung, Dr. Sumini bertemu dengan Bpk. Pdt. Santoso...
Sumini         :   Shalom Bpk. Pdt. Santoso. Apa kabar?
Pdt Santoso:   Shalom... Puji TUHAN! Baik, bagaimana kabarmu? Pacarmu, si... Richard, juga ikut mengisi seminar ini kan?
Sumini         :   Saya baik-baik saja, Pak Pendeta. Mas Richard tidak jadi ikut sebagai pengisi seminar, karena mendadak ada pasien yang harus ditangani segera di ruang  I.C.U.
Pdt. Santoso:  Terus yang menggantikannya sudah ada kan?
Sumini         :   Sudah ada, yaitu Dr. Janri.
(Pdt. Santoso tersenyum mendengar itu sambil mengangguk-anggukkan kepalanya )
Dalang         :  Tak lama, sampailah mereka di ruang aula, tempat para peserta seminar sudah menunggunya.  Ketika sampai di ruang seminar, Sumini pun mempersilahkan Bpk. Pdt. Santoso duduk di kursi para pembicara  seminar, sejajar dengannya dan Dr.Janri. Mereka pun saling bersalaman, dan acara seminar pun dimulai...

   Dalang        :   Dr. Sumini pun segera membuka acara Seminar Kesehatan tersebut. Acara Seminar Kesehatan berjalan dengan lancar dan sukses. Ada banyak peserta seminar tersebut yang bertanya dan ikut terlibat sesuai topik pembicaraan saat itu. Namun, diantaranya ada kejadian unik yang terjadi ketika ada salah seorang yang bertanya...

Victor           :   Dr. Sumini, saya mau tanya. Berapa nomor hp Dokter?
Seketika semua peserta seminar itu pun tertawa, dan Dr. Sumini pun tersenyum mendengar pertanyaan lucu seperti itu. Demikian juga dengan Bpk. Pdt. Santoso dan Dr. Janri.
Dr. Janri      :   Tolong sebutkan nama, dan sebutkan keperluan Anda menanyakan nomor hp Dr. Sumini.
Victor          :    Nama saya Victor. Ya siapa tahu saya pengin curhat kan bisa telpon Dr. Sumini...
Andi            :    Kamu apa ga takut dipukul pacar Dr. Sumini. Curhat jangan sama dokter. Kalau curhat sama Pak Pdt. Santoso, baru benar... Iya kan Pak San?
Pak Pdt. Santoso menanggapinya dengan tersenyum.
   Victor          :    Lho Dr. Sumini sudah punya pacar to, saya kan ga tahu. Tapi, kata orang bijak: selama janur belum melengkung, masih ada kesempatan mendekati seseorang yang kita sukai. Betul ga teman-teman...
Kembali peserta seminar seluruh isi ruang aula pun tertawa.

Jesica dan Yanto, yang merupakan teman-teman Victor pun, memberi isyarat dengan menyikut tangan Victor agar jangan berkata lagi. Mereka pun berusaha mengingatkan Victor...
Yanto          :    Victor, sudah jangan ngomong lagi. Kamu ini malu-maluin saja. Tanyalah berdasar materi seminar saja. Jangan malah ngelantur, tanya lain-lain di luar konteks!
   Jesica         :    Malu-maluin tahu! Kapan-kapan, aku ga mau ikut, kamu pergi sendiri saja.
Victor          :    Lho, jangan seperti itu to. Kalau aku mbok tinggal, terus aku gimana?
Jesica           :    Ya mboh, ga tahu! Sebel aku sama kamu! Dasar playboy cap tikus!
Yanto            :    Udah, udah... Dilihatin banyak orang lho...

Pdt. Santoso :    Sdr Victor, kalau Anda ingin curhat boleh hubungi saya. Kapan pun saya terbuka untuk dicurhatin, nonstop 24 jam. Anda bisa curhat tentang apa saja.Apakah tentang cinta, kuliah dan lain-lain? Monggo... Jangan kuatir. Nanti setelah ini, Anda bisa  bertemu dengan saya. Ok. Saudara-Saudara, kita akhiri Seminar Kesehatan ini sampai di sini dulu. Terima kasih atas partisipasi Anda semua. Tuhan memberkati.                        :   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar