#Babak 2
Dalang : Semua
hal nampak kurang baik bagi Sumini pada awalnya. Akan tetapi, tidak disangka
Yesus telah mengatur segalanya tanpa bisa diduga. Dengan pertolongan Tuhan,
Sumini menjadi dokter dengan predikat lulusan terbaik dan ia pun ditempatkan di
poli umum di sebuah rumah sakit di Jakarta. Berikut ini, salah satu kesibukannya sebagai seorang dokter... Siang
itu, dengan tergopoh-gopoh, masuklah seorang suster masuk ke ruang praktek Dr. Sumini...
Suster Ani : Dokter
Sumini, ada seorang pasien wanita, namanya Bu Sukarni, korban kecelakaan tabrak
lari, saat ini dalam keadaan kritis dan membutuhkan
transfusi darah B-. Pihak keluarganya tidak ada. Celakanya, stok darah B- di PMI kosong,
Bagaimana ini Dokter? Kita harus cari donor darah ke mana lagi, sedangkan
waktunya begitu mendesak??...
Sumini : Darah yang
dibutuhkan B- kan? Kebetulan golongan darah saya sama dengan pasien , segera persiapkan
segala sesuatunya, karena kita sudah tidak punya banyak waktu lagi!... ( Suster
Ani terkejut mendengar semua itu. Dr. Sumini mau menyumbangkan darahnya ke
pasien yang sama sekali tidak dikenalnya?
) ... Ayo, tunggu apa lagi?! Kok malah bengong... Cepat lakukan apa yang saya perintahkan,
karena kita tidak punya banyak waktu!...
Suster Ani : Ba..Baik, Dokter! Saya akan segera mempersiapkan
segala sesuatunya.
Dalang : Segera
proses transfusi darah secara langsung pun dilakukan. Saat proses transfusi
darah berlangsung, entah mengapa ketika Sumini
melihat wajah Bu Sukarni, yang sedang menerima transfusi darah darinya itu, hatinya
merasakan kenyamanan dan kedamaian sukacita yang berbeda. Ada apa ya? Tidak
biasanya begini. Apakah karena ia telah menolong Ibu Sumini dengan mentransfusikan
darahnya? Atau, apa ya...? Sulit untuk mengungkapkannya...
Dalang : Setelah
proses transfusi darah, Sumini pun masih sempat mengontrol kesehatan Ibu
Sukarni, yang masih belum sadarkan diri. Dia memandang kembali wajah Ibu
Sukarni. Sepertinya usia ibu Sukarni sama dengan ibu kandungnya, yang pergi entah
kemana. Selama ini dia terus merindukannya dan berdoa pada Tuhan Yesus untuk
dapat dipertemukan dengan ibu kandungnya. Sampai pada akhirnya, Sumini sudah
berserah pada Tuhan. Sumini hanya mendoakan agar ibunya bahagia...
Dalang
: Sumini duduk di sebelah pembaringan
ibu Sukarni, ia pun merasa kasihan kepada orang tua tersebut. Dipandanginya
lagi wajah Ibu Sukarni. Dalam keadaan sakit seperti ini kok tidak ada satu pun
keluarga yang peduli, apalagi menemaninya. Tanpa disadari, Sumini pun teringat kembali pada ibu kandungnya...
Sumini : Andai, ibu kandungku masih hidup, pasti seumur dengan
ibu Sukarni. Usiaku kini sudah 28 tahun. Namun, tidak pernah sekalipun aku
bertemu dengan ibu kandungku. Di manakah ibu kandungku? Apakah masih hidup...ataukah
sudah meninggal??... Ya Tuhan, berapa lama lagikah hambaMu ini harus menunggu?...
Berbagai kesibukan telah menyita waktu, namun tak jua terlupakan... Maafkan
aku, ya Tuhan... Hati ini sudah begitu rindu... kangen sekali ingin bertemu
dengan ibu kandungku... ( Sepasang mata
indah Sumini mulai berkaca-kaca...)
Para sinden menyanyikan lagu “Apapun yang terjadi”...
Apapun
yang Terjadi
Apapun yang terjadi di dalam hidupku,
ku selalu berkata Tuhan Yesus baik.
Dalam segala hal yang terjadi,
tetap ku berkata Tuhan Yesus baik.
Ku sembah Kau, Ku sembah Kau....
Tak dapat ku membalas KasihMu.
Ku sembah Kau, Ku sembah Kau, Bapa.
Ku rindu selalu menyenangkan-Mu.
Saat dalam kegalauan itulah, kemudian
masuklah suster Riana menemui Dr. Sumini untuk mengingatkan bahwa Seminar
Kesehatan akan segera dimulai.
Sust Riana : Dokter
Sumini, Seminar Kesehatan akan segera dimulai, dan para peserta sudah memenuhi
ruang aula.
Sumini
: Apakah bahan seminar saya sudah ditaruh di
sana?
Sust Riana : Sudah,
Dok.
Sumini : Ok, terima kasih Sus Riana. Sebentar lagi saya
akan segera ke sana. Tolong ganti
botol infus Ibu Sukarni ini ya, karena sudah mau habis.
Sust Riana : Baik, Dokter.
Sumini
: Terima
kasih.
Dalam perjalanan menuju ke ruang aula, tempat
seminar akan berlangsung, Dr. Sumini bertemu dengan Bpk. Pdt. Santoso...
Sumini : Shalom Bpk. Pdt. Santoso. Apa kabar?
Pdt Santoso: Shalom... Puji TUHAN! Baik, bagaimana kabarmu?
Pacarmu, si... Richard, juga ikut mengisi seminar ini kan?
Sumini
: Saya baik-baik saja, Pak Pendeta. Mas Richard tidak
jadi ikut sebagai pengisi seminar, karena mendadak ada pasien yang harus
ditangani segera di ruang I.C.U.
Pdt. Santoso: Terus yang menggantikannya sudah ada kan?
Sumini :
Sudah ada, yaitu Dr. Janri.
(Pdt. Santoso tersenyum mendengar itu
sambil mengangguk-anggukkan kepalanya )
Dalang
: Tak lama, sampailah mereka di
ruang aula, tempat para peserta seminar sudah menunggunya. Ketika sampai di ruang seminar, Sumini pun
mempersilahkan Bpk. Pdt. Santoso duduk di kursi para pembicara seminar, sejajar dengannya dan Dr.Janri. Mereka
pun saling bersalaman, dan acara seminar pun dimulai...
Dalang : Dr. Sumini pun segera membuka acara Seminar
Kesehatan tersebut. Acara Seminar Kesehatan berjalan dengan lancar dan sukses.
Ada banyak peserta seminar tersebut yang bertanya dan ikut terlibat sesuai
topik pembicaraan saat itu. Namun, diantaranya ada kejadian unik yang terjadi
ketika ada salah seorang yang bertanya...
Victor : Dr.
Sumini, saya mau tanya. Berapa nomor hp Dokter?
Seketika semua peserta seminar itu pun tertawa,
dan Dr. Sumini pun tersenyum mendengar pertanyaan lucu seperti itu. Demikian
juga dengan Bpk. Pdt. Santoso dan Dr. Janri.
Dr. Janri : Tolong sebutkan nama, dan sebutkan keperluan
Anda menanyakan nomor hp Dr. Sumini.
Victor
: Nama saya Victor. Ya siapa
tahu saya pengin curhat kan bisa telpon Dr. Sumini...
Andi
: Kamu apa ga takut dipukul
pacar Dr. Sumini. Curhat jangan sama dokter. Kalau curhat sama Pak Pdt.
Santoso, baru benar... Iya kan Pak San?
Pak Pdt. Santoso menanggapinya dengan tersenyum.
Victor : Lho
Dr. Sumini sudah punya pacar to, saya kan ga tahu. Tapi, kata orang bijak:
selama janur belum melengkung, masih ada kesempatan mendekati seseorang yang kita
sukai. Betul ga teman-teman...
Kembali peserta seminar seluruh isi ruang
aula pun tertawa.
Jesica dan Yanto, yang merupakan teman-teman
Victor pun, memberi isyarat dengan menyikut tangan Victor agar jangan berkata
lagi. Mereka pun berusaha mengingatkan Victor...
Yanto : Victor, sudah jangan ngomong lagi. Kamu ini
malu-maluin saja. Tanyalah berdasar materi seminar saja. Jangan malah
ngelantur, tanya lain-lain di luar konteks!
Jesica : Malu-maluin tahu! Kapan-kapan, aku ga mau
ikut, kamu pergi sendiri saja.
Victor
: Lho, jangan seperti itu to.
Kalau aku mbok tinggal, terus aku gimana?
Jesica : Ya
mboh, ga tahu! Sebel aku sama kamu! Dasar playboy cap tikus!
Yanto :
Udah, udah... Dilihatin banyak orang lho...
Pdt. Santoso :
Sdr Victor, kalau Anda ingin curhat boleh hubungi saya. Kapan pun saya
terbuka untuk dicurhatin, nonstop 24 jam. Anda bisa curhat tentang apa
saja.Apakah tentang cinta, kuliah dan lain-lain? Monggo... Jangan kuatir. Nanti
setelah ini, Anda bisa bertemu dengan
saya. Ok. Saudara-Saudara, kita akhiri Seminar Kesehatan ini sampai di sini
dulu. Terima kasih atas partisipasi Anda semua. Tuhan memberkati. :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar